Sabtu, 09 April 2016

Investasi Di Kabupaten Ketapang Paling Ciamik Se-Kalbar


Bisnis.com – Kabupaten Ketapang menjadi kabupaten yang memiliki nilai realisasi investasi pada semester I/2015 tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat.
 
Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Provinsi Kalbar menyampaikan nilai realisasi investasi Kabupaten Ketapang mencapai Rp5,92 triliun.
 
Kabid Pengendalian, Data dan Perizinan, BPMPTSP Kalbar Catur B Sulistyo mengatakan setelah Kabupaten Ketapang, selanjutnya kabupaten yang nilai realisasi investasi terbesar kedua adalah Bengkayang senilai Rp1,25 triliun.
 
“Setelah itu Kabupaten Kapuas Hulu senilai Rp1,17 triliun, Kabupaten Sanggau senilai Rp744,34 miliar, Kota Pontianak senilai Rp609,22 miliar,” kata Catur kepada Bisnis, Minggu (9/8/2015).
 
Kemudian, Kabupaten Sintang senilai Rp496,48 miliar, Kabupaten Kubu Raya senilai Rp367,05 miliar, Kabupaten Sekadau senilai Rp149,12 miliar, Kabupaten Landak senilai Rp144,67 miliar, Kabupaten Melawi senilai Rp122,90 miliar, dan Kabupaten Sambas senilai Rp37,05 miliar.
 
“Sedangkan Kota Singkawang dan Kabupaten Kayong Utara masih belum ada proyek yang direalisasikan,” tuturnya.
 
Sementara dari realisasi investasi perusahaan Penanaman Modal Dalam Degeri (PMDN) berdasarkan lokasi proyek terbesar yakni, Kabupaten Bengkayang dengan nilai Rp1,25 triliun sebanyak 4 proyek, Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp1,16 triliun.
 
Kota Pontianak senilai Rp374,17 miliar sebanyak 4 proyek, Kabupaten Kubu Raya sebanyak 20 proyek dengan nilai Rp345,26 miliar, dan Kabupaten Ketapang sebanyak 10 proyek senilai Rp336,59 miliar.
 
Adapun realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Kabupaten Ketapang 67 proyek dengan atau senilai Rp5,90 triliun, Kabupaten Sanggau sebanyak Rp676,32 miliar, Kota Pontianak sebanyak Rp248,95 miliar, Kabupaten Sintang sebanyak Rp211,96 miliar dan Kabupaten Landak sebanyak Rp152,77 miliar.
»»  readmore...

Putri Indonesia Ikut Peresmian Borneo City Mall Ketapang






Ketapang (Antara Kalbar) - Nirvana Development selaku pengembang property khusus dibidang Superblock kembali melakukan ekspansi bisnis di Pulau Kalimantan dengan membuka Borneo City Mall di Jl Gatot Subroto Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang.

Mall Borneo di Ketapang ini resmi dibuka, Kamis. Konsep pusat niaga yang mengabungkan shopping mall, ruko dan hotel di satu tempat terpadu merupakan pertama di Ketapang. bangunan seluas 22.000 meter persegi di atas lahan tanah kurang 4 hektar.

Sebelumnya Nirvana Development telah sukses mengembangkan proyek serupa di Kalimantan Tengah yaitu Borneo City Sampit dan Borneo Mall Pangkalan Bun.

Peresmian Borneo City Ketapang dilakukan Bupati Ketapang, Henrikus diwakili Asisten Bidang Pemerintah Setda Ketapang, Drs H Gurdani Achmad dan Director of Mall Operations Nirvana Dovelopment, Roedijanto.

Serta Associate Director of Marketing dan Communication, Demmy Indranugroho dan Putri Indonesia Lingkungan 2015, Chintya Fabyola. Tema acara pembukaan "Warna Warni Ketapang" disertai rangkaian acara persembahan Mustika Ratu, Honda dan UKM sejak April hingga Mei.

"Suatu kebanggaan kehadiran Borneo City di Ketapang mendapat respon luar biasa masyarakat. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi mitra usaha, mitra sewa dan masyarakat," kata Roedijanto pada kata sambutan peresmiannya.

Borneo City Ketapang menurutnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pusat perbelanjaan ini bisa jadi destinasi baru untuk berbelanja, bisnis dan bersosialisasi bersama keluarga, teman dan rekan bisnis,” ungkapnya.

Anchor tenant pertama yaitu Hypermart, Miami Beach, Naughty, Les Femmes, Optik Melawai, Bata, Eprise, CFC, Mokko Factory, Shanghai Kitchen, Widjen Resto, Cpffe Inc, Watch Line, Jesslyn Bread and Cakes, Surprice, Happy Time, Toko Buku Karisma, Pojok Busana dan lain-lain.

"Untuk merealisasikan konsep superblock yang utuh. Tahap lanjutan yang dilakukan adalah membangun ruko grand rivera yang cocok untuk segala jenis bisnis dan usaha serta hotel di kawasan terpadu Borneo City Ketapang," Jelasnya.

Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2015
»»  readmore...